Apa kabar hari?
sapa seorang petualang bodoh...
Yang tak menghiraukan badai..
walau asa menghempas pilu...
ya.. apa kabar hari ini..
Ruang Puisi Ruang Hati Ruang Sunyi. Mungkin ingin kau temukan diriku di sini, dalam catatan ini.
Showing posts with label Puisi Tentang Cinta. Show all posts
Showing posts with label Puisi Tentang Cinta. Show all posts
Monday, August 1, 2016
Thursday, June 9, 2016
Resah untuk Mengenang
Rasakanlah... cuaca malam ini...
Aku merasa dingin,
Bahkan teramat dingin seperti matamu...
Mata yang dulu menatap penuh... Amarah
Isyarat alam yang menegurku...
Atas ketidakberdayaan ini...
Kesunyian dan udara menyatu dalam kebisuan...
Gelombang ombak menghempas nafas cemburu...
Langit pun jadi saksi betapa pilu dihatimu...
Hanya pada tanah...
aku pijakan kesedihan ini...
Tuesday, May 31, 2016
Mengering raga ini menanti mu
"Kini ratusan purnama t'lah berlalu...
Namun kenangan mu tak pernah berlalu."
"Enyahlaah... enyahlah..."
kau memohon... Raga ini terusir darimu..
Namun tembok Cintaku teramat kokoh..
untuk kau robohkan...
"Resah.. resah.. resahh..."
Sendiri aku tanpa Cinta...
Hati risau tak berdaya tanpa Cinta...
Hati ku terbuka hanya untukmu..
Cinta yang enggan menawar Rasa..
"Badai menghempas amarahmu...
terlalu berlebih.."
Apa yang bisa kulakukan..
Hanya bisa ku rasakan...
deyut Jantung berdebar kencang...
dua kali dari sebelumnya..
Kala ku kenang...
Manisnya senyum diwajah mu...
Kala ku kenang...
Tangis dihati mu..
Cinta yang sulit kuraba...
Jiwa mu masih terasa disisi ku...
Mengering raga ini menanti mu...
berharap sandarkan.. kepala mu
pada pundak ku ini...
Namun kenangan mu tak pernah berlalu."
"Enyahlaah... enyahlah..."
kau memohon... Raga ini terusir darimu..
Namun tembok Cintaku teramat kokoh..
untuk kau robohkan...
"Resah.. resah.. resahh..."
Sendiri aku tanpa Cinta...
Hati risau tak berdaya tanpa Cinta...
Hati ku terbuka hanya untukmu..
Cinta yang enggan menawar Rasa..
"Badai menghempas amarahmu...
terlalu berlebih.."
Apa yang bisa kulakukan..
Hanya bisa ku rasakan...
deyut Jantung berdebar kencang...
dua kali dari sebelumnya..
Kala ku kenang...
Manisnya senyum diwajah mu...
Kala ku kenang...
Tangis dihati mu..
Cinta yang sulit kuraba...
Jiwa mu masih terasa disisi ku...
Mengering raga ini menanti mu...
berharap sandarkan.. kepala mu
pada pundak ku ini...
Monday, May 23, 2016
Tentang Cinta
Waktu terus berjalan...
Manusia terus-menerus melewati rumah ibadat.
Masing-masing mempunyai pandangannya tersendiri tentang cinta.
Semua menyatakan harapan-harapannya dan
mengungkapkan misteri-misteri kehidupannya...
Manusia terus-menerus melewati rumah ibadat.
Masing-masing mempunyai pandangannya tersendiri tentang cinta.
Semua menyatakan harapan-harapannya dan
mengungkapkan misteri-misteri kehidupannya...
Sunday, May 22, 2016
Tirai Kerinduan
"Bulan dan bintang enggan bersinar dimalam hari...
mentari pagi tak semerbak bunga mewangi
siang hari haus akan pancaran sinar matahari
senja sorepun malu menyinari bumi
kala kerinduan menghampiri
tak ada satupun burung bernyanyi
semerdu alunan simponi...
Lelah langkah kaki...
mengikuti alunan syair harmoni
terbayang jiwa yang teriris sepi
menyambut raga yang tersipu mati
ketika paras mu hadir dalam mimpi
merasuk kedalam halusinasi
merusak dinding-dinding emosi....
Hanya perasaan yang mampu mengerti
berharap kehadiranmu disisi
memeluk erat kesedihan dihati
hancurkan rindu diufuk tepi
bersama menanti indah mentari
melaju ikuti irama melodi
hingga tercapai mimpi abadi
sampai maut yang kan mengakhiri..."
Saturday, May 21, 2016
ilalang cantik di kala senja...
Dan menggeletarlah...
Ketika angin lembut menyentuh ujung ilalang
Lalu dengan sangat perlahan
Angin menerpa ilalang dalam satu kedupan
Aku hanya duduk termenung
Menyaksikan pertemuan angin dan ilalang
Angin yang mungkin sudah mengembara
dari laut, gurun, hutan, maupun belantara
Hanya untuk menyapa
ilalang cantik di kala senja...
#masantonriyadi #puisi
Ketika angin lembut menyentuh ujung ilalang
Lalu dengan sangat perlahan
Angin menerpa ilalang dalam satu kedupan
Aku hanya duduk termenung
Menyaksikan pertemuan angin dan ilalang
Angin yang mungkin sudah mengembara
dari laut, gurun, hutan, maupun belantara
Hanya untuk menyapa
ilalang cantik di kala senja...
#masantonriyadi #puisi
Wednesday, May 18, 2016
Tanyakanlah pada rumput yang bergoyang
Tanyakanlah pada rumput yang bergoyang
sesudi apakah aku padamu
aku tak akan berhenti mencintaimu
sampai aku tak bernyawa lagi
sebagai manusia yang tahu kaidahakan
ku tanamkan cinta yang sopan
sehidup semati kamu yang hidup
aku yang mati pun tak mengapa
akan ku latih hatiku ini, siap menerima apa saja
Tuhan ajari aku bersabar, membimbing rasa di hatiku
bila mataku tak bisa lagi menatap wajah cintaku ini
Tuhan tolong beri aku waktu untuk merasakan cintanya
sebagai manusia yang tahu kaidahakan
ku tanamkan cinta yang sopan
sehidup semati kamu yang hidup
aku yang mati pun tak mengapa
akan ku latih hatiku ini, siap menerima apa saja
Tuhan ajari aku bersabar, membimbing rasa di hatiku
bila mataku tak bisa lagi menatap wajah cintaku ini
Tuhan tolong beri aku waktu untuk merasakan cintanya
akan ku latih hatiku ini, siap menerima apa saja
Tuhan ajari aku bersabar, membimbing rasa di hatiku
bila mataku tak bisa lagi menatap wajah cintaku ini
Tuhan tolong beri aku waktu untuk merasakan cintanya
sampai ku buta, bisu, tuli, lumpuh, dan tak bernyawa lagi
Tak apa
Dalam benak tersimpan kenangan
Yang tak kan kubilang pada semua
Yang tak kan kubilang pada semua
Dalam ingatku ada namamu
Belahan hatiku waktu dulu
Masih terasa kita bersama
Indah dan tak indah berdua
Jemput aku dalam kenanganmu disini
Tak ingin kulepas kenanganku
Karna kutahu ini berarti
Walau kau tak lagi disisiku
Tak apa
Monday, May 16, 2016
Cukup
Ku pejamkan mata iniDan beku rasakanSekilas kaulah di hatikuMeratapi cinta yang hilang
Cukup sudah ku berlari mencari mau ku...Kini saatnya ku berhenti...Cintaku telah hadir di sini...Ku yakin semua kan berlalu…
Seumpama kau adaHati dan jiwaku terhiburMekar lamun akan berakhirKeyakinanku belum pastiBiarlah ku temukanKepingan hatiku yang hilangSemua bisa merasakannyaBahwa dia mencintaku
Cukup sudah kesedihan merebut harikuHentikan sesak di dadakuLepaskan aku demi cintaKu yakin semuakan berlalu…
Cukup sudah ku berlari mencari mau ku...Kini saatnya ku berhenti...Cintaku telah hadir di sini...Ku yakin semua kan berlalu…
Seumpama kau adaHati dan jiwaku terhiburMekar lamun akan berakhirKeyakinanku belum pastiBiarlah ku temukanKepingan hatiku yang hilangSemua bisa merasakannyaBahwa dia mencintaku
Cukup sudah kesedihan merebut harikuHentikan sesak di dadakuLepaskan aku demi cintaKu yakin semuakan berlalu…
Subscribe to:
Posts (Atom)

