Hanya namamu di hatiku
Jiwa dan raga takkan berdusta
Namun terkadang
Cinta terusik benci sesaat
Seribu musim takkan bisa
Menghibur hati yang penuh marah
Entah mengapa
Berpisah saat mulai menjalin
Suara hati seorang kekasih
Bagai nyanyian surgawi
Takkan berdusta
Walau ketamakan merajai
Diri yang penuh emosi
Jauh di dasar hatiku
Tetap ku mau
Kau sebagai kasihku
Ruang Puisi Ruang Hati Ruang Sunyi. Mungkin ingin kau temukan diriku di sini, dalam catatan ini.
Sunday, May 15, 2016
PERTANYAAN TENTANG RINDU
Untuk menghibur diri, aku sering berjalan
sendiri menyusuri malam - dengan kedua
tangan selalu di saku celana.
"Kubayangkan kau bertanya.
Apakah kau takut Kehilangan
atau sedang mencari sesuatu..."
Kelak datang satu pagi membawa jawaban
kepadamu. ketika mandi, kau tiba-tiba menyadari
sungguh sudah lama jari-jariku tidak menyentuh
tubuhmu
sendiri menyusuri malam - dengan kedua
tangan selalu di saku celana.
"Kubayangkan kau bertanya.
Apakah kau takut Kehilangan
atau sedang mencari sesuatu..."
Kelak datang satu pagi membawa jawaban
kepadamu. ketika mandi, kau tiba-tiba menyadari
sungguh sudah lama jari-jariku tidak menyentuh
tubuhmu
Karena kita adalah satu
"Hanya angin meniup saja, lalu hilang terbang tak ada...
Tapi kita tetap menari, menari cuma kita yang tahu....
Jiwa ini tandu, maka duduk saja..
Maka akan kita bawa semua
Karena kita adalah satu..."
Maka akan kita bawa semua
Karena kita adalah satu..."
Kau tidak pernah tahu...
Di tempat jauh tidak ada masa lalu..
Jarak antara kenangan dan masa depan..
Jarak antara kenangan dan masa depan..
ialah keterpisahan laut dan kalut di dada...
Yg berusaha tidak meluap di mata..
Yg berusaha tidak meluap di mata..
Tp kau tdk pernah tahu...
Malam ini langit akn baik-baik saja
Atau badai datang menyerang sekali lagi..
Malam ini langit akn baik-baik saja
Atau badai datang menyerang sekali lagi..
Kau tidak pernah tahu...
Subscribe to:
Posts (Atom)