Ruang Puisi Ruang Hati Ruang Sunyi. Mungkin ingin kau temukan diriku di sini, dalam catatan ini.
Tuesday, May 31, 2016
Mengering raga ini menanti mu
"Kini ratusan purnama t'lah berlalu...
Namun kenangan mu tak pernah berlalu."
"Enyahlaah... enyahlah..."
kau memohon... Raga ini terusir darimu..
Namun tembok Cintaku teramat kokoh..
untuk kau robohkan...
"Resah.. resah.. resahh..."
Sendiri aku tanpa Cinta...
Hati risau tak berdaya tanpa Cinta...
Hati ku terbuka hanya untukmu..
Cinta yang enggan menawar Rasa..
"Badai menghempas amarahmu...
terlalu berlebih.."
Apa yang bisa kulakukan..
Hanya bisa ku rasakan...
deyut Jantung berdebar kencang...
dua kali dari sebelumnya..
Kala ku kenang...
Manisnya senyum diwajah mu...
Kala ku kenang...
Tangis dihati mu..
Cinta yang sulit kuraba...
Jiwa mu masih terasa disisi ku...
Mengering raga ini menanti mu...
berharap sandarkan.. kepala mu
pada pundak ku ini...
Namun kenangan mu tak pernah berlalu."
"Enyahlaah... enyahlah..."
kau memohon... Raga ini terusir darimu..
Namun tembok Cintaku teramat kokoh..
untuk kau robohkan...
"Resah.. resah.. resahh..."
Sendiri aku tanpa Cinta...
Hati risau tak berdaya tanpa Cinta...
Hati ku terbuka hanya untukmu..
Cinta yang enggan menawar Rasa..
"Badai menghempas amarahmu...
terlalu berlebih.."
Apa yang bisa kulakukan..
Hanya bisa ku rasakan...
deyut Jantung berdebar kencang...
dua kali dari sebelumnya..
Kala ku kenang...
Manisnya senyum diwajah mu...
Kala ku kenang...
Tangis dihati mu..
Cinta yang sulit kuraba...
Jiwa mu masih terasa disisi ku...
Mengering raga ini menanti mu...
berharap sandarkan.. kepala mu
pada pundak ku ini...
Elegi sebuah Pertemuan
Mengenalmu tak sekedar bertemu,
namun sebuah jawaban kegelisahan,
secercah terang dalam gelapnya kehampaan.
Menemukanmu di sudut waktu,
tak cukup mengurai rindu purbaku,
mendenahkan mimpiku,
lalu memetakan arah lajuku.
Meski,
menjumpaimu dalam jeda yang tak lama,
kau laksana anugrah,
selaksa bahagia yang memenuhi rongga dada;
sebahagia orang yang tersesat menemukan kompas dan peta,
sebahagia tuna netra yang menemukan kembali tongkat penunjuknya,
sebahagia embun menemukan daun yang menampungnya,
sebahagia mufasir yang menemukan makna.
Lalu,
bagaimana aku tidak merasa iba,
melihat bayang hidupku di wajahmu,
sedangkan kau masih ragu.
Bagaimana aku tidak merasa lemah,
jika sepuing tulang rusukku ada padamu,
namun kau terombang-ambing dalam ambigu,
inginkah kau satukan,
atau tetap kau bawa pergi,
sendiri...
Akankah,
kau berniat menjaga asa,
dalam liku jalanmu,
hingga waktu,
menyatukanmu
dalam peta hidupku?
Semoga...
#elegisebuahpertemuan #puisi #masantonriyadi
Thursday, May 26, 2016
A Deep Meaning of Friendship
A Deep Meaning of Friendship
Friendship is like the two rings that have different shapes
But can be combined with a very strong sense
Friendship is just a word
But it has a deep meaning
We’ll feel it when actually find
A continued friend in a life
Friendship has always been an oasis when we experience sadness
Friendship is always a joy to be complementary
A day without friends is very strange
Months without friends are very painful
True friends will always be missed
Talks will continue to be memorable
Easy to get a rich friend
But hard getting a forever friend
Because a true friend is not for a reason
#masantonriyadi #puisi
Tuesday, May 24, 2016
Waktu yg menikam kenangan
Runcing jarum waktu menusuk ku...
Menikam - tikam sumsum kenangan
Kau tahu...
Luka tergores tetap membekas..
Usapan sayap bidadari
Hanya redakan
Setitik... gelombang Amarah ku..
Monday, May 23, 2016
Tentang Cinta
Waktu terus berjalan...
Manusia terus-menerus melewati rumah ibadat.
Masing-masing mempunyai pandangannya tersendiri tentang cinta.
Semua menyatakan harapan-harapannya dan
mengungkapkan misteri-misteri kehidupannya...
Manusia terus-menerus melewati rumah ibadat.
Masing-masing mempunyai pandangannya tersendiri tentang cinta.
Semua menyatakan harapan-harapannya dan
mengungkapkan misteri-misteri kehidupannya...
Asma-Mu
Terjerat dalam kebingungan
waktu yang merenggut manisnya kehidupan
mengikis sisa keharmonisan
terlukis pada akhir goresan
waktu yang merenggut manisnya kehidupan
mengikis sisa keharmonisan
terlukis pada akhir goresan
Asma-Mu…….
Selalu terucap, dalam lirih lepas udara keaslian
jika nafas masih teratur berjalan
warna itu takkan pernah ternodai
perbuatan itu,pasti berakhir mati.
Selalu terucap, dalam lirih lepas udara keaslian
jika nafas masih teratur berjalan
warna itu takkan pernah ternodai
perbuatan itu,pasti berakhir mati.
Jika Kau beri aku 1 harapan
pasti ku beri sejuta pancaran keabadian janji sejati
pasti ku beri sejuta pancaran keabadian janji sejati
Subscribe to:
Posts (Atom)
